ANGKATAN
PERTAMA PENUH CERITA
Chapter:
MOS Bersama Exogen
_Araiemei_
*
“Salah satu bentuk dari
rasa nasionalisme kita ialah mencintai sekolah kita.”
Are you agree with me?
^^
*
Bukan suatu yang
terencanakan sebelumnya. Malah tidak pernah terpikir sama sekali. Termasuk ke
dalam 33 orang yang pilihan. Luar biasa, super sekali!
Mungkin untuk saat ini
bentuk dari rasa syukur saya, ialah dengan menuliskannya menjadi notes. Sebelum
nanti saya memaparkannya lebih terperinci dalam sebuah novel. Ya, kita tunggu beberapa
tahun lagi, lah. Semoga Allah mengijinkan. Amiin...
Apa yaa? :/
Saya bener-bener
bingung mau nulis dari mana. Terlalu banyak hal-hal seru yang memenuhi otak,
dan membuat saya sulit mengeluarkannya xD hhahaha~
Tapi baiklah, .. saya
akan mencobanya pelan-pelan.
Bismillahirrahmanirrahiim.
Siapapun, perkenalkan
kami. Kami adalah murid-murid pilihan yang diperkanankan oleh Allah sebagai
tonggak dari kebangkitan SMA IT Tenggarong. Kami terdiri dari 33 siswa yang
datang dari berbagai penjuru, dan dengan seijin Allah yang Mahakuasa lah kami
bisa dipertemukan di sini. Menjadi angkatan pertama SMA IT Nurul Ilmi yang
sudah menulis banyak cerita-cerita heboh selama hampir 2 semester. Kkekeke~
Oyaa, kami punya nama
angkata tersendiri, kalian bisa menyebutnya EXOGEN. Singkatan dari ...
Pokoknya angkatan penuh
dengan ragam cerita itu adalah angkatan kami. Dari mulai hal-hal spele sampai
serius terangkum semuanya.
Di mulai tanggal 09
Juli 2012, adalah hari di mana kami pertama masuk sebagai calon siswa dan siswi
SMA IT yang siap menjalani masa orientasi sekolah. Dengan berbagai macam pernak
pernik antik kami bawa masing-masing. Topi yang diberi hiasan-hiasan, papan
nama dari kardus, yaah, seperti itulah... Hahaha~
Aku nggak punya
dokumentasi dalam bentuk foto untuk kegiatan mos. Tapi, aku masih ingat
kenangan-kenangan tak terlupakan waktu itu.
Kebetulan mos yang kami
jalani hanya 1 hari. Berhubungan kita nggak punya kakak kelas. Jadi mosnya
dibimbing sama ustadz dan ustadzah. Tapi tetep seru lah. Banyak hal-hal konyol
yang aku lakuin.
Waktu itu kita di bagi
2 regu tim putra, 2 regu tim putri. Setiap anggota regu diberi slayer yang
menjadi ciri khas regu tersebut. Regu kami dapat slayer warna ungu waktu itu.
Aku milih ngikat slayernya di leher, soalnya kebanyakan ngeliat temen juga
gitu. Tapi dasar tangan ajaib. Aku coba bikin ikatannya jadi bentuk dasi gimana
gitu. Nah, pas sewaktu permainan selesai dan setiap anggota regu harus
ngembaliin slayernya, aku yang paling heboh. Ikatan slayernya nggak bisa
dibuka! Aku tarik-tarik slayernya, tapi leherku malah makin kecekek. Dan
bener-bener waktu itu aku sampe batuk-batuk! Syukur ada teteh si penyelamat xD
hahaha... Dia yang bantuin saya sampe slayernya terlepas pun pada akhirnya.
Kekonyolan yang lain,
terjadi pada saat permainan di arahkan ke lapangan. Setiap regu dikasih kayak
papan dari plastik gitu pokonya, nah, nanti di bikin jembatan.
Anggota-anggotanya harus bisa melewati jembatan dan berlomba ngerebut voucher
yang ditaruh di seberang jalan. Larangannya ialah kaki nggak boleh sama sekali
nyentuh tanah. Tanah di anggap sungai, yang apabila kaki kita kena yaa kita
dianggap tenggelam dan so pasti (?) regunya gugur.
Dengan usaha yang penuh
perjuangan, akhirnya ketua suku (?) tim kami yaitu si Chairunnisa Salim pada
waktu itu, berhasil ngerebut vochernya. Anggota-anggotanya kesenengan,
jingkrak-jingkrak sampe akhirnya saya lepas dari jembatan. Salah satu ustadz
liat dan langsung nunjuk saya, “Rima! Kamu tenggelam!”
Aaaa~ Ini tidak mungkin
terjadi. Saya tidak sengaja, tapi bener-bener sengaja keluar dari jembatan.
#lho? Iya, tak kirain, kalau udah dapet voucher ya udah menang, tapi sekalinya
harus kembali nyebrang lagi ke tempat asal.
Maafkan kebodohan saya
teman-teman -__-
Dan pada akhirnya tim
kami adalah yang paling sedikit ngumpulin voucher :( Jadinya masing-masing
anggota regu kami cuma dapat jatah 1 coklat. Tapi bersyukurlah. Kebetulan
coklat salah satu makanan kesukaan saya. Hahaha
Begitu dapet, yaa nggak buang banyak waktu lagi, saya langsung buka itu bungkusnya dan ... nyyaaammmm...xD Hingga sebuah suara menghentikan kegiatan mengunyah saya, “Jangan ada yang makan dulu, ya?”
Begitu dapet, yaa nggak buang banyak waktu lagi, saya langsung buka itu bungkusnya dan ... nyyaaammmm...xD Hingga sebuah suara menghentikan kegiatan mengunyah saya, “Jangan ada yang makan dulu, ya?”
Dan salah satu yang
tertawa saat itu ialah Annisa Hairani. Ya, saya masih mengingatnya.
xD
Yaa, mungkin inilah
yang bisa saya tulis seputar kenangan-kenangan mos bersama Exogen. Kkekeke~
Sebuah kenangan yang
Insya’Allah akan terus tercatat di memori saya.
Dipertemukan dalam
angka 33, semoga juga diluluskan dalam angka yang sama. ^^
Tunggu seri lanjutannya,
yaa... xD hahaha Insya’Allah tentang perjusami.
Wassalam!
Wassalam!
*
Episode selanutnya...
Perjusami
perdana, pengalaman pertama, penghargaan pertama...
^^

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar