Sabtu, 27 April 2013

The First (Chapter 1)



ANGKATAN PERTAMA PENUH CERITA

Chapter: MOS Bersama Exogen

_Araiemei_
*
“Salah satu bentuk dari rasa nasionalisme kita ialah mencintai sekolah kita.”

Are you agree with me? ^^ 


 *
Bukan suatu yang terencanakan sebelumnya. Malah tidak pernah terpikir sama sekali. Termasuk ke dalam 33 orang yang pilihan. Luar biasa, super sekali!
Mungkin untuk saat ini bentuk dari rasa syukur saya, ialah dengan menuliskannya menjadi notes. Sebelum nanti saya memaparkannya lebih terperinci dalam sebuah novel. Ya, kita tunggu beberapa tahun lagi, lah. Semoga Allah mengijinkan. Amiin...
Apa yaa? :/
Saya bener-bener bingung mau nulis dari mana. Terlalu banyak hal-hal seru yang memenuhi otak, dan membuat saya sulit mengeluarkannya xD hhahaha~
Tapi baiklah, .. saya akan mencobanya pelan-pelan.
Bismillahirrahmanirrahiim.
Siapapun, perkenalkan kami. Kami adalah murid-murid pilihan yang diperkanankan oleh Allah sebagai tonggak dari kebangkitan SMA IT Tenggarong. Kami terdiri dari 33 siswa yang datang dari berbagai penjuru, dan dengan seijin Allah yang Mahakuasa lah kami bisa dipertemukan di sini. Menjadi angkatan pertama SMA IT Nurul Ilmi yang sudah menulis banyak cerita-cerita heboh selama hampir 2 semester. Kkekeke~
Oyaa, kami punya nama angkata tersendiri, kalian bisa menyebutnya EXOGEN. Singkatan dari ...
Pokoknya angkatan penuh dengan ragam cerita itu adalah angkatan kami. Dari mulai hal-hal spele sampai serius terangkum semuanya.
Di mulai tanggal 09 Juli 2012, adalah hari di mana kami pertama masuk sebagai calon siswa dan siswi SMA IT yang siap menjalani masa orientasi sekolah. Dengan berbagai macam pernak pernik antik kami bawa masing-masing. Topi yang diberi hiasan-hiasan, papan nama dari kardus, yaah, seperti itulah... Hahaha~
Aku nggak punya dokumentasi dalam bentuk foto untuk kegiatan mos. Tapi, aku masih ingat kenangan-kenangan tak terlupakan waktu itu.
Kebetulan mos yang kami jalani hanya 1 hari. Berhubungan kita nggak punya kakak kelas. Jadi mosnya dibimbing sama ustadz dan ustadzah. Tapi tetep seru lah. Banyak hal-hal konyol yang aku lakuin.
Waktu itu kita di bagi 2 regu tim putra, 2 regu tim putri. Setiap anggota regu diberi slayer yang menjadi ciri khas regu tersebut. Regu kami dapat slayer warna ungu waktu itu. Aku milih ngikat slayernya di leher, soalnya kebanyakan ngeliat temen juga gitu. Tapi dasar tangan ajaib. Aku coba bikin ikatannya jadi bentuk dasi gimana gitu. Nah, pas sewaktu permainan selesai dan setiap anggota regu harus ngembaliin slayernya, aku yang paling heboh. Ikatan slayernya nggak bisa dibuka! Aku tarik-tarik slayernya, tapi leherku malah makin kecekek. Dan bener-bener waktu itu aku sampe batuk-batuk! Syukur ada teteh si penyelamat xD hahaha... Dia yang bantuin saya sampe slayernya terlepas pun pada akhirnya.
Kekonyolan yang lain, terjadi pada saat permainan di arahkan ke lapangan. Setiap regu dikasih kayak papan dari plastik gitu pokonya, nah, nanti di bikin jembatan. Anggota-anggotanya harus bisa melewati jembatan dan berlomba ngerebut voucher yang ditaruh di seberang jalan. Larangannya ialah kaki nggak boleh sama sekali nyentuh tanah. Tanah di anggap sungai, yang apabila kaki kita kena yaa kita dianggap tenggelam dan so pasti (?) regunya gugur.
Dengan usaha yang penuh perjuangan, akhirnya ketua suku (?) tim kami yaitu si Chairunnisa Salim pada waktu itu, berhasil ngerebut vochernya. Anggota-anggotanya kesenengan, jingkrak-jingkrak sampe akhirnya saya lepas dari jembatan. Salah satu ustadz liat dan langsung nunjuk saya, “Rima! Kamu tenggelam!”
Aaaa~ Ini tidak mungkin terjadi. Saya tidak sengaja, tapi bener-bener sengaja keluar dari jembatan. #lho? Iya, tak kirain, kalau udah dapet voucher ya udah menang, tapi sekalinya harus kembali nyebrang lagi ke tempat asal.
Maafkan kebodohan saya teman-teman -__-
Dan pada akhirnya tim kami adalah yang paling sedikit ngumpulin voucher :( Jadinya masing-masing anggota regu kami cuma dapat jatah 1 coklat. Tapi bersyukurlah. Kebetulan coklat salah satu makanan kesukaan saya. Hahaha
Begitu dapet, yaa nggak buang banyak waktu lagi, saya langsung buka itu bungkusnya dan ... nyyaaammmm...xD Hingga sebuah suara menghentikan kegiatan mengunyah saya, “Jangan ada yang makan dulu, ya?”
Dan salah satu yang tertawa saat itu ialah Annisa Hairani. Ya, saya masih mengingatnya.
xD
Yaa, mungkin inilah yang bisa saya tulis seputar kenangan-kenangan mos bersama Exogen. Kkekeke~

Sebuah kenangan yang Insya’Allah akan terus tercatat di memori saya.
Dipertemukan dalam angka 33, semoga juga diluluskan dalam angka yang sama. ^^
Tunggu seri lanjutannya, yaa... xD hahaha Insya’Allah tentang perjusami.
Wassalam!
*

Episode selanutnya...

 

Perjusami perdana, pengalaman pertama, penghargaan pertama...
^^

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar