Bukti Cinta Yang Tak
Terbaca
Mereka tak mengerti
sama sekali tentang hatiku. Bahkan aku yakin kau pun tak tahu yang sebenarnya.
Kau dan sahabatku sama saja, tak pernah dan tak akan pernah paham dan tahu
dengan aku yang sudah terseret dalam ruang penantian tanpa kepastian ini.
Menantimu sendiri dengan sebuah pena rindu dalam genggaman rasa. Pena rindu
yang setiap saat kugoreskan dan membentuk kata cinta. Ya, cintaku hanya terukir
dalam kata. Tak pernah terdengar oleh telingamu, tak pernah terbaca, karena kau
tak mau membaca apa sebenarnya yang tertulis indah di sana, di hatiku. Kau tak
pernah sadar kalau hatiku itu penuh tertulis namamu.
Mereka, sahabatku,
selalu beranggapan kalau aku menyukai dia. Mereka kira aku mengangguminya.
Padahal mereka tak tahu, siapa sebenarnya yang ada di hatiku. Seseorang yang
sudah dua tahun lamanya merengkuhku dalam penantian tanpa kepastian. Kau! Ya,
kaulah yang membuatku betah menunggu tanpa tahu kapan bertemu lagi.
Entah, ini adalah
kebodohan apa tidak. Aku tidak peduli dengan anggapan orang-orang. Atau mungkin
kau sendiri yang mau mengatakan kalau penantianku ini sia-sia, aku tetap tak
peduli.
Meski kusadar kalau
aku ini tak ubahnya macam burung pungguk merindukan bulan. Aku sadar kau
sekarang sudah menjadi bintang yang tak mungkin bisa kuraih, namun hanya bisa
kupandang dari titik yang jauh. Tempat yang tak memungkinkan kau melihatku.
Karena aku tak bersinar. Aku berada pada titik yang gelap. Hanya kau yang bisa
memantulkan sinar ke arahku, dan membuatku selalu berdecak menganggumi
kehebatanmu.
Aku pun sadar,
keinginan ini terlalu besar. Mendapatkanmu untuk menjadi milikku seorang adalah
suatu kegilaan. Siapalah aku ini? Hanya gadis kecil yang tak punya apa-apa.
Baru saja mengenal cinta lewat senyuman indahmu yang berkelap-kelip.
Seandainya. Ya, aku
hanya gadis yang pandai berandai untuk kau tahu betapa besarnya rasa suka yang
kupendam selama ini dalam penantian tanpa kepastian. Sampai kapan pun, kau tak
akan pernah melihatku, karena aku tak berkelip sepertimu.
Namun, jika untuk
memilikimu adalah suatu hal yang pasti tak akan terwujud, maka izinkanlah aku
untuk tetap mengagumimu, memandangmu dari titik yang jauh dan sulit kau lihat.
Biarkan kerlipmu tetap menerangi malamku yang suram dalam penantian tanpa
kepastian ini. Agar tanganku tak kesusahan untuk mengungkapkan keindahanmu
dalam tulisan. Agar penaku mudah kugoreskan dan membentuk kalimat cinta yang
hanya bisa kututurkan dalam kata. Ya, sebuah cinta dalam kata-kata ditulisanku.
Tidak akan pernah bisa kau dengar . Kau pun tak akan pernah mengetahuinya,
karena kau tak mau membaca hatiku.
***
Araiemei^^
Beberapa tulisan yang aku post di sini jadi flashfiction, salah satunya Bukti Cinta Tak Terbaca sama Harapan Dalam Kepahitan, adalah tulisan yang dulu sempet aku ikutin lomba. Tapi sampe sekarang nggak ada pemberitahuan. Yah, aku pikir lebih baik kalau aku jadiin koleksi aja di blogku xD kkekeke~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar