Kalender Bercoret
Menghitung coretan
silang yang berjejer pada setiap angka dalam kalender, aku menelen kepahitan
itu seperti mengaduk-aduk perasaanku menjadi sebuah kekecutan warna gelap yang
menghalangiku untuk memandang masa depan. Apa aku sanggup, di saat semua sudah mencampakanku
dengan sebatang rokok yang terselip di antar jemari tangan, dan hanya
mengharapkan untuk berbagi pada seseorang meskipun adalah seorang teman semu,
aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus menelan ini sendiri lagi. Dia
pergi dan aku menyusuri hariku dengan menatap kalender bercoret tenta merah
yang terperciki sedikit airmata setiap kali aku berharap pada sesuatu
kemungkinan yang kosong, bahwa waktu itu memang tak bisa kembali.
*
Araiemei^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar